Salam kenal, kalian bisa panggil aku Cimelavena. Aku baru belajar menulis blog dan ini postingan pertamaku. Disini aku ingin menceritakan pengalamanku, dan pengalaman banyak orang yang cerita kepadaku, mungkin banyak yang aku bahas disini tentang Self love, kegagalan dan caranya bangkit dari kegagalan tersebut.
Oke kita mulai,
Ada satu kalimat
yang membuatku bisa menerima diriku yang sesungguhnya, yaitu
"Cintai dirimu sendiri, meski banyak kekurangan tetapi bukan berarti tidak punya kelebihan,"
Sekarang aku hanya ingin menjadi versi terbaik didiriku. Perjalananku sampai detik ini tidaklah mudah, kegagalan, kekecewaan, dan banyak lagi hal yang membuatku ada di posisi dimana semua terasa begitu sulit. Saat ini pun aku belum bisa mewujudkan apa yang aku harapkan.
Kita manusia, kita bisa merasakan lelah, ingin menyerah, seolah dunia sedang bermain-main dengan kita.
Setahun yang dulu aku begitu percaya diri bisa masuk Universitas Negeri, dan tidak memberatkan beban keluargaku dengan biaya kuliahnya. Aku belajar keras, namun mungkin usahaku tidak sesakit orang lain, doaku tidak sedalam orang lain yang juga berjuang masuk Universitas saat itu. Jika dibilang sombong, iya aku sangat sombong saat itu, seolah semua akan terjadi sesuai apa yang aku harapkan. Namun saat pengumuman tiba aku dinyatakan gagal, tidak mudah menerima suatu kenyataan yang lain dari apa yang kita harapkan. Ayah, Ibu, Kakak, semua keluarga mencoba menenangkanku bahwa tidak apa untuk gagal kali ini, masih ada jalan lain untuk kita tempuh, tidak usah hirau, tidak usah sedih, Allah SWT juga punya rencana terbaik di depan sana. Dan kalimat-kalimat itu berhasil membuatku bangkit.
Lalu aku berusaha kembali daftar kuliah di Perguruan Tinggi Negeri, tetapi aku gagal kembali. Saat itu pikiranku buntu, aku sangat ingin kuliah tahun itu namun aku tidak bisa, sebenarnya aku bisa saja daftar di Swasta tetapi kalianpun tahu biaya di Swasta tidaklah murah, dan orang tuaku pun sudah angkat tangan jika aku bersekolah di Swasta. Aku bingung saat itu, tetapi bagaimana lagi mungkin aku bisa menundanya tahun depan.
Aku memutuskan bekerja di sebuah pabrik, untuk orang sepertiku yang dulunya tidak bisa sendiri, pemalu dan saat itu harus memberanikan diri melakukan apapun sendiri. Di tempat itu aku menemukan kebahagiaanku sendiri, aku yang dulu sulit sekali berbaur dengan orang lain, tetapi saat itu aku bisa menemukan teman yang sungguh sefrekuensi dengan diriku, nangis bareng, tertawa bareng, entahlah kebagahiaanku datang. Saat itu juga aku bisa mengenal diriku yang sesungguhnya, aku bisa menentukan sejauh mana aku bisa bertahan menghadapi suatu masalah. Terimakasih untuk semua teman yang telah hadir dikehidupanku saat itu dan di tempat itu.
Pergantian tahun datang, aku mencoba mendaftar kembali di suatu Universitas. Tidaklah mudah untukku yang kerja dan belajar secara bersamaan, tapi aku yakin untuk kalian semua pastilah mudah. Setiap datang kerja aku membuka buku dan mengikuti bimble karena untuk aku yang gap year saat itu sudah lupa materi sekolah dulu. Kadang akupun tertidur saat via-zoom telah dimulai.
Semua berjalan lancar hingga aku akan mengikuti test dan diharuskan pergi ke tempat test tersebut yang jaraknya jauh dari tempatku saat itu. Awalnya aku ragu karena aku orang yang pemalu, namun aku memaksakan diri dan akhirnya aku bisa ke kota itu sendiri. Menurutku itu adalah hal yang perlu diapresiasikan untuk diriku sendiri, karena untuk pertama kalinya aku bisa pergi sendirian ke kota orang lain. Setelah mengikuti test aku sangat lega dan tinggal menunggu pengumuman.
Ujian demi ujian, langkah demi langkah, proses demi proses semua sudah aku lewati, tapi sepertinya Allah SWT belum bisa memberi apa yang selama ini aku harapkan, dan saat pengumuman tiba, terpampang jelas disana kalimat
" MOHON MAAF ANDA TIDAK LULUS, TERIMAKASIH, " Singkat, padat, dan jelas bukan? ya saat itu adalah saat paling sulit untuk diriku, saat itu terasa sangat berat, aku yang menanggung harapan orang tua merasa tidak bisa menanggungnya lagi, aku merasa ingin melepas semuanya. Lalu ibu menelponku dari kampung,
"Gimana de hasilnya?" ucapnya diseberang sana.
Aku yang merasa semua terasa berat mencoba kuat tersenyum sambil mengucap, "Belum rejekinya bu," Ibu terdiam dan berkata lagi
"Yasudah gak papa, Allah SWT punya rencana lain nak, yuk coba lagi jalan yang lain," Ucapnya namun nadanya terasa sangat berat ditelingaku.
Aku terdiam dan kembali menangis, aku tidak bisa membendung semuanya. Ibuku terus memanggil namaku dan menguatkanku.
Setelah kejadian itu entah kenapa kepercayaanku terhadap tuhanku tidak sepenuhnya seperti dulu, tetapi semua itu tidak berlangsung lama, setelah aku mendengarkan tausiyah-tausiyah, nasihan-nasihan yang keluargaku berikan, semangat yang mereka berikan untukku, dan cerita orang-orang yang dimana mereka menceritakan masalahnya kepadaku, dan aku berpikir seberat apapun hidup kita coba lihatlah kebelakang kita disana ada banyak sekali orang yang hidupnya mungkin lebih berat dari apa yang kita jalani saat ini.
Akupun kembali bersemangat lagi, dan mengikuti test Universitas yang lain, menyiapkan diriku apabila aku akan gagal kembali. Saat itu pun setelah mengikuti tes aku memutuskan berhenti kerja di tempat tersebut, aku ingin fokus menggapai cita-citaku dan mencari jati diriku lagi. Tidak mudah meninggalkan orang-orang yang sudah begitu dekat dengan kita, saat melihatnya saja langsung membuat tertawa. Tetapi tidak apa-apa mereka pun iklas dengan kepergianku.
Ada sebulan lebih aku diam dirumah menunggu pengumuman, aku tidak banyak berharap.
Dan saat itu aku ingat waktunya sebelum sholat dhuhur aku membuka pengumuman lalu mencari-cari namaku disana, tetapi tidak ada namaku sama sekali. Aku terdiam dan mungkin saat itu diriku belum bisa menerima apa yang Allah SWT berikan. Lalu ibu datang menghampiriku menanyakan hasilnya. Aku langsung memeluknya dan berkata "Maaf bu, aku gagal lagi," dengan air mata yang terus menetes, saat itupun aku melihat Ibu meneteskan air mata. "Maaf ibu," batinku sambil mengeratkan pelukanku.
"Sudah sudah nak, gak apa-apa. Allah SWT punya rencana lain, jangan putus asa, harus tetap semangat. Percaya Allah SWT sudah menyiapkan yang terbaik di depan sana untukmu," ucapnya sambil mengelus punggungku. Kata-kata itu, pelukan itu adalah suatu dorongan untukku mencoba kembali.
Sudah menjadi kebiasaanku sebelum tertidur overthingking terlebih dahulu, seketika menangis sambil sesegukan dan seketika tersenyum mengingat ternyata semua tidak semudah apa yang aku bayangkan, ternyata Allah SWT menguatkanku dengan cara-Nya sendiri.
Lanjut aku mencoba kembali test di Universitas yang masih buka pendaftaran mahasiswa baru, lalu keluargaku menyuruhku pergi ke tempat kakaku dan mengikuti test disana. Akhirnya aku pergi ke kakakku dan mengikuti test, usaha sudah dan berdoa sudah tapi mungkin semua itu belum seberapa dibandingkan mereka yang berjuang di luar sana. Setelah menunggu pengumuman yang tidak terlalu lama, pengumumanpun muncul di instagram Universitas. Aku mencari namaku dan tidak ada namaku lagi yang terpampang disana. Entahlah tidak ada tangis saat itu, lalu Ibu dari kampung menelpon. Aku bisa mengotrol diriku agar tidak menangis di depannya, aku tidak ingin membuat hatinya terluka, hanya saja selepas sholat aku selalu mengatakan,
"Sebenarnya apa yang Kau rencanakan untukku, mengapa semua terasa begitu sulit?"
Tetapi aku tidak ingin membuat suasana sedih berkepanjangan. Biarlah Allah SWT yang mengatur jalan hidupku, apa yang aku jalani saat ini sudah menjadi takdirku, dan dari banyaknya kegagalan, dengan cara itulah Allah SWT mendewasakanku, menguatkanku dan menjadikan diriku pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Dan sekarang aku duduk disini, dengan menulis cerita perjalanku yang menurutku itu bisa menjadi pelajaran untuk kalian, bahwa seberat apapun hidup kita lihatlah masih banyak orang lain yang membutuhkan uluran tangan kita untuk membantunya. Jika semua terasa berat, tidak apa bila menangis, tidak perlu jahat kepada diri sendiri. Kejar dunia itu tidak akan ada habisnya oleh sebab itu lepaskanlah semuanya dan biarkan semua berjalan sesuai kehendak-Nya.
Coba kalian ingat-ingat apa pencapaian terbaik di diri kalian, sekali-kali kita perlu berkomunikasi dengan diri kita sendiri, beri diri kita apresiasi atas apa yang ia berikan untuk kita hingga kita bisa berjalan sejauh ini.
Oh iya ada yang cerita kepadaku, mereka iri dengan keberhasilan orang lain, dan sebenarnya akupun pernah merasakan iri saat temanku bisa memampangkan fotonya dengan nama Universitasnya, mereka tersenyum bahagia dengan memakai jas almamaternya sedangkan aku yang terus berjuang sampai saat ini melihat mereka, jujur aku sangat iri. Aku tahu iri itu adalah penyakit hati. Jadi untuk kalian dan untuk aku sendiri, kita tidak harus membandingkan diri kita dengan orang lain, kita punya potensinya masing-masing, tidak usah ingin menjadi mereka, cukup jadi dirimu sendiri dan tingatkan potensi di dirimu. Orang lain bilang itu insecure. Tidak usah insecure, bukankah Allah SWT menciptakan kita dengan kelebihannya pula dan saat ini tetaplah bersyukur atas semua yang ada di hidupmu, Allah SWT itu Maha Baik, jika keinginan kita belum terwujud saat ini mungkin Allah SWT punya waktu yang tepat untuk mewujudkannya, dan jika apa yang kita inginkan memang tidak bisa terwujud sampai kapanpun mungkin Allah SWT punya rencana lain yang lebih baik dari apa yang kita inginkan. Tetap berprasangka baik kepada Allah SWT. Ia lebih tahu apa yang kita butuhkan, Ia lebih tahu apa kita perlukan, tidak usah risaukan hidup kita, Allah SWT sudah mengatur dengan skenario terbaik-Nya.
Sepertinya udah dulu untuk blog kali ini, kapan-kapan kita lanjut lagi masih dengan tema self love, kegagalan dan caranya bangkit dari kegagalan tersebut. Dan aku ingin tahu kegagalan apa yang membuat kalian merasa "inituh berat banget," coba tulis di kolom komentar, aku ingin membantu mungkin bukan dengan uang atau apapun itu tapi dengan kalimat-kalimat yang bisa membangkitkan semangat, rasa syukur dalam dirimu. Aku menulis blog ini bukan semata-mata karena ingin menghasilkan uang, namun aku menulisnya karena aku ingin membagikan ceritaku untuk menjadi pelajaran, dan memberikan motivasi serta semangat untuk kalian. Mari kita berbagi cerita disini, agar kita tahu bahwa masih ada dibelakang sana yang meminta uluran tangan kita.
Terimakasih sudah membaca blog ini, semoga kalian suka. Yuk tinggalkan komentar dan berbagi cerita disini. Aku Cimelavena dan ini blog pertamaku :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar