Selasa, 20 Desember 2022

RESENSI BUKU WAKTUNYA PULANG

1.        Identitas novel

Judul Novel     : Waktunya Pulang

Penulis             : Febriawan Jauhari

Penerbit           : Diandracreative

Tebal Buku      : 193 hal

Tahun Terbit    : 2021

 

2.      Sinopsis Buku

Buku ini ditulis oleh Febriawan Jauhari, seorang anak muda berusia 20 tahunan asal Nusa Tenggara Barat.

Kerapkali ketika membaca buku ini sipembaca seolah ditampar oleh isi yang disajikan. Penulis didalam bukunya mengajak pembaca untuk selalu dekat kepada Allah. Tak peduli sebanyak apapun alasan yang kamu kumpulkan untuk menyerah dari jalan-Nya, sungguh Allah akan selalu datang dengan milyaran alasan agar kamu tetap bertahan.

Pada bagian awal buku ini menuliskan tentang “Allah Sayang Padamu,”

Disini dijelaskan tentang keiklasan, memaafkan dan menolong orang lain. Ada banyak sekali hal baik yang bisa di ambil darri buku ini. didalam buku ini juga penulis mengajak pembaca untuk tidak lalai, mau ramai atau sepi, sedang berkumpul atau sendiri, dilihat manusia atau tidak, ini semua tidaklah penting, jang fokus pada keadaanmu tapi fokuslah pada yang selalu mengawasimu, dialah Allah.  Tentang ridho Allah, hanya karna kita menginginkan sesuatu, bukan berarti kita harus melakukannya. Pertimbangan kita bukan sekedar ingin atau tidak, tapi yang lebih penting dari itu adalah apakah Allah ridho atau tidak. 

Ada suatu kalimat yang sangat menampar di buku ini yaitu

“Perjalanan paling menyakitkan adalah perjalanan melupakan Allah.”

Bagaimana hidup akan mudah sedangkan yang maha memudahakan tidak ada dipihak kita? bagaimana hidup akan lancar sedangkan kita sendiri terus-terusan menjauh dari yang Maha Kuasa atas segala urusan? lantas apa yang kita harapkan dari hidup yang tidak ada bantuan Allah di dalamnya. Tentang berhijrah ke jalan Allah, buku ini memotifasi kita bahwa hanya yang untuk Allah yang akan sampai kepada Allah, hanya yang sampai kepada Allah yang akan Allah bantu, hanya yang Allah bantu yang akan mampu untuk berubah secara utuh.

Dari dulu hingga kini manusia tidak luput dari kata maksiat, maka dalam buku ini penulis juga memaparkan tentang pentingnya rasa malu. Malulah kepada Allah atas maksiat-maksiat yang kita lakukan, pun jika pada akhirnya kita tetap tidak bisa malu, maka malulah atas dirimu yang tidak malu kepada Allah. Selezat apapun maksit itu, tinggalkanlah! apakah kita sanggup menanggung malu tersebab mati dalam keadaan sedang bermaksiat kepada Allah?

Saudaraku, sungguh perjalanan paling menyedihkan adalah perjalanan melupakan Allah. Apa yang hilang dari dia yang telah menemukan Allah? apa yang ditemukan oleh dia yang telah kehilangan Allah?

Sungguh, Allah tetaplah Allah, baik ada atau tidak adanya kita, Allah tetap menjadi penguasa alam raya tapi kita? tanpa Allah, siapalah kita ini? maka berbisiklah lembut, " Ya Rabb, Engkau begitu menyayangiku, tapi aku terus-terusan menjauh, aku ingin pulang, merasakan hangatnya cinta-Mu.

Buku ini juga di tulis berdasarkan beberapa sumber salah satunya Al-Qur’an.

 


 

Senin, 19 Desember 2022

RESENSI FILM NGERI-NGERI SEDEP

 


1.      Identitas Film

Tanggal rilis                 : 2 Juni 2022 (Indonesia)

Sutradara                     : Bene Dion

Sinematografi              : Padri Nadea

Distributor                   : Netflik

2.      Sinopsis Film

Sekumpulan bapak - bapak sedang berkumpul di lapo (warung) seperti sudah menjadi budaya disana, namun berkumpul hampir setiap malam yang dapat membuat Mak Domu (Tika Panggabean) juga resah.

Satu persatu bapak - bapak disana pulang dari lapo, takut jika istrinya langsung bertindak memanggil ke lapo. Rasanya itu 'malu' kata pak Domu (Arswendy Beniswara).

Tidak lama kemudian, Mak Domu datang ke lapo untuk menjemput Pak Domu. Akhirnya Pak Domu dan Mak Domu pulang sambil berjalan kaki.

Pak Domu sempat berbisik kepada Mak Domu sambil berkata 'Ngapain lah kau jemput aku, malu aku sama yang lain' kurang lebih seperti itu.

Di perjalanan itu pula mereka berdiskusi bahwa bagaimana caranya agar anak - anak mereka pulang. Disatu sisi, Mak Domu rindu sekali dengan ketiga anaknya di perantauan, karena sudah lama tidak pulang. Sedang si Bapak, berharap mereka pulang saat acara Sulang - sulang pahoppu. 

Pak Domu dan Mak Domu mulai mencari cara dari satu alasan ke alasan lain. Di mulai dari Pak Domu yang menyuruh Mak Domu untuk menelpon ketiga - anak - anaknya untuk menyuruh mereka pulang. Namun, ketiga anak tersebut memberikan alasan - alasannya tersendiri.

Domu (Boris Bokir) sebagai anak pertama bekerja sebagai pegawai di salah satu anak perusahaan ternama. Tidak bisa pulang dengan alasannya.

Gabe (Silolox) sebagai anak ke-tiga juga tidak bisa pulang karena jadwal syuting begitu padat. Dan jika pun bisa tentu tidak akan lama, hanya di beri waktu beberapa hari saja.

Sahat (Indra Jegel) sebagai anak bungsu juga tidak dapat pulang. karena di perantauan Sahat tinggal dengan Pak Pomo (Pritt Timothy Prodjosoemantri) Sahat tidak mungkin pulang karena tidak tega meninggalkan Pak Pomo sendirian.

Lagi dan lagi, meskipun cara Mak Domu menelpon akan mengira dapat meluluhkan hati sang anak - anak dapat pulang, ternyata rencana tersebut gagal kembali.

Malamnya, Pak Domu kembali lagi ke Lapo, seperti biasa nongkrong bersama bapak - bapak lainnya.

Seorang bapak bangga dan tertawa melihat sebuah aksi Gabe pada siaran televisi. Mereka mengakui bahwa Gabe hebat dan sudah sukses.

Lawakan - lawakan yang di lontarkan oleh Gabe, tidak jauh turun dari Pak Domu. Tetapi, Pak Domu tetap saja tidak terima, masih juga merasa gengsi dan mengatakan bahwa Gabe akan sukses jika menjadi seorang hakim atau pengacara karena ia sukses berkuliah di jurusan hukum pada universitas ternama.

Pada awal - awal film, penonton akan merasakan gelakan tawa yang terus menerus di berikan oleh para pemain.

Lagi dan Lagi, Mak Domu menjemput Pak Domu ke lapo.

Mak Domu selalu kesal jika Pak Domu terus - terusan pergi ke Lapo, seperti tidak ada kerjaan. Padahal hanya duduk - duduk saja, berminum atau bahkan bergosip.

Pada saat mereka berdua menuju arah jalan pulang, tidak sengaja di jalan bertemu dengan seorang pendeta, bergegas Pak Domu menyuruh Mak Domu untuk menggandeng tangan Pak Domu.

Seakan agar terlihat oleh pendeta bahwa mereka adalah keluarga yang harmonis.

Yaaa, pandangan tetangga dan orang lain terhadap keluarga Pak Domu dan Mak Domu ini adalah keluarga yang harmonis dan Sukses.

Sukses menyekolahkan anak - anaknya hingga ke perguruan tinggi. Dan mendapatkan pekerjaan yang layak.

Kembali lagi, Pak Domu memikirkan suatu cara. Mungkin saja ini adalah cara terakhir dengan harapan besar pasti berhasil.

Salah satu saran yang diberikan Pak Domu kepada Mak Domu adalah memakai alasan cerai.

Keesokannya Pak Domu dan Mak Domu mulai berakting di depan Sarma (Gita Bhebita) Seolah - olah mereka serius berantem dan Mak Domu ingin bercerai.

Mak Domu mulai membereskan pakaian ke dalam sebuah tas dan ingin pergi dari rumah tersebut. Namun Sarma mulai mencegahnya.

Di tambah Bapak Pendeta lewat dan mulai menyapa Mak Domu sehingga Mak Domu tidak jadi pergi dari rumah dan meninggalkan tas tersebut.

Seolah Sarma lah yang membawa tas itu untuk berangkat kerja.

Sarma mulai menelpon ketiga saudaranya melalui video call dan mengatakan bahwa situasi dirumah sudah dalam keadaan bahaya, mamak dan bapak mau cerai, Mak Domu hampir pergi dari rumah. Dan menyuruh mereka semua untuk secepatnya pulang. 

Ternyata, cara terakhir dari Pak Domu berhasil. Mak Domu yang mendengar kabar bahwa ketiga anaknya akan pulang merasa bahagia.

Karena Mak Domu sudah lama merasakan kerinduan kepada anak - anaknya yang tinggal di perantauan.

Domu meminta ijin kepada keluarga kekasihnya untuk pulang ke Sumatera Utara, agar secepatnya membereskan masalah keluarga lalu akan melanjutkan pernikahan mereka.

Gabe yang paling sulit di beri ijin oleh sang manajer. Sebab ia bekerja di layar televisi. Terus - terusan memohon ijin kepada manajer untuk pulang ke kampung halaman karena ada urusan keluarga. 

Namun sang manager hanya memberikan waktu beberapa hari saja dan harus balik lagi untuk bekerja.

Sahat menceritakan semua kejadian kepada Pak Pomo, dan terus terang Sahat juga tidak ingin meninggalkan Pak Pomo sendirian.

Ingat banget, Pak Pomo mengatakan ini kepada Sahat "Urip Iki Urup, Urip itu Hidup, Urup Itu Cahaya. Dimana pun berada tetap memberikan cahaya" atau yang memiliki makna sebagai "Hidup itu harus bisa memberikan cahaya untuk orang lain".

Akhirnya satu persatu di antara mereka bertiga akhirnya pulang. Dan keesokan harinya Sarma menjemput ketiga saudaranya di Bandara Silangit. Bandara terdekat dari rumah mereka.

Mereka pulang bersama - sama. Di perjalanan Sarma sedikit menceritakan kejadian yang terjadi di rumah. Mereka mengatakan akan menyelesaikan masalah secepatnya dan segera kembali untuk pulang.

Setibanya sampai di rumah, Domu, Gabe dan Sahat langsung menyapa Pak Domu dan Mak Domu. Mereka melanjutkan diskusi tentang permasalahan di dalam keluarga mereka.

Akan tetapi Mak Domu dan Pak Domu masih memainkan perannya. Agar ketiga anak mereka tetap tinggal di kampung halaman hingga acara sulang - sulang pahoppu selesai.

Benar saja, keempatnya sudah melakukan berbagai cara, namun tak kunjung menemukan jalan keluar.

Kini, ke-4 nya telah berkumpul. Domu menitipkan sebuah pesan kepada Sarma, ia mengatakan "jangan lupa mikirin diri sendiri ya dek"

Menurut saya, ini paling deep banget sih. Langsung menggeletar disaat Domu bicara itu ke Sarma.

Selanjutnya, Domu mengatakan "Bapak lebih sering berinteraksi ke kau, jadi kamu tau cara bersikap, sedangkan kami sesama lelaki gak tau".

Mereka akhirnya tetap memilih tinggal sementara dan mengikuti acara sulang - sulang pahoppu tersebut.

Intinya, peran Pak Domu disini bersifat keras, semua keinginannya harus di turuti. Pak Domu merasa bahwa apa yang dilakukan adalah yang terbaik untuk keluarganya. Ia hanya mencontohkan apa yang bapaknya pak Domu lakukan, hanya itu saja.

Tak lupa, ompung juga memberikan arahan bahwa semua tidak sama, berbeda. Berikan contoh terbaik "itulah resiko menyekolahkan anak tinggi - tinggi, maka semakin tinggi ilmu yang mereka dapatkan, dan jangan disamakan dengan kita, kitalah yang harus mengerti itu".

Kurang lebih seperti itu pesan yang saya ingat dari ompung. Beberapa pesan tersampaikan membuat hati terenyuh banget dari film ini. 

Puncak tertinggi pada film ini pada saat semuanya terbongkar bahwa bapak dan ibu ternyata hanya bersandiwara, dan Sarma mengetahui hal tersebut.

Ketiga anak lainnya bertanya kepada Sarma apakah hal terbut benar adanya?

Jawaban Sarma adalah YA, dan Sarma mengakui bahwa ia mengetahui bahwa bapak dan ibu hanya melakukan sandiwara.

Emosi Ibu meluap, bukan lagi melakukan sandiwara. Semua rasa emosi Ibu, Sarma dan yang lainnya ikut terkuras disini.

Bapak yang harus di turuti kemauannya, Ibu yang harus menurut, bahkan menjadi asing, dan merasa bahwa bapak tidak adil.

Sarma yang banyak memendam segalanya sendirian, namun berusaha tetap nurut dan patuh sama bapak dan Ibu.

Kepecahan ini lah yang banyak sekali membuat para penonton menangis terisak dan tersedu sedu.

Pada film ini mengajarkan, bahwa pentingnya komunikasi dalam keluarga, pendekatan dan keterbukaan.

Bagaimana seharusnya keluarga menjadi tempat pulang dan sebagai rumah. Bukan malah menghindar dari sebuah rumah.

Tapi, menurut saya, jika dalam keluarga anda mengalami hal ini. Mungkin bisa di coba dimulai dari diri sendiri yang memulai untuk mencari pendekatan dalam keluarga, agar bisa menikmati bagaimana rasanya ada di dalam keluarga yang utuh.

Sulit memang, sangat sulit sekali bahkan. Tetapi jika anda berhasil, anda sungguh luar biasa.

Karena Ibu dan Sarma sudah tinggal di rumah orang tua Ibu. Dan ketiga anaknya kembali ke perantauan. Dan hanya tinggal bapak seorang.

Akhirnya Bapak memutuskan untuk memperbaiki segala hubungan, bapak menyetujui hubungan Domu dan pasangannya.

Bapak yang tiba - tiba datang di studio Gabe pada saat live acara tv.

Dan Bapak datang ke tempat dimana Pak Pomo tinggal bersama Sahat.

Semua Pak domu lakukan untuk menjemput Mak Domu dan Sarma. Tentunya memperbaiki hubungan keluarga mereka

 

3.      Kelebihan dan Kekurangan Film Ngeri-Ngeri Sedep

    • Untuk kekurangan film ini menurut penulis mungkin ada di bahasa. Beberapa bahasa Batak yang tidak memiliki terjemahan mungkin sedikit sulit di mengerti. Tetapi untuk penulis yang juga tinggal di Sumatera Utara sedikit memahami arti dari bahasa Batak tersebut. 
    • Untuk kelebihan film Ngeri - Ngeri Sedap menurut penulis secara visualisasi film ini bagus, pengambilan gambar bagus, alur cerita menarik. Bahkan saya salut sama peran Mak Domu (Tika Panggabean) make up nya ituloh pas banget.

 


 

Minggu, 18 Desember 2022

Mari Terlelap


 Hai

Jumpa lagi kita,

Gimana kabarnya hari ini?

Apakah semua baik-baik saja?

Jika semua baik-baik saja aku sangat bersyukur, namun jika semua tidak baik-baik saja tak apa, tidak semua hari akan selalu indah, tidak semua apa yang kita rencanakan akan selalu terwujud.

Kenapa masih belum tidur?

Apa yang kamu pikirkan?

Lelahkah? Kecewakah? Ingin menyerah? Ingin menangis? 

Sini mari berbagi cerita. Isirahatkanlah dirimu, jangan memaksakan dirimu agar terlihat kuat dimata orang lain. 

Untuk malam ini coba pikirkan lagi apa yang membuatmu lelah, kecewa, ingin marah dengan keadaan, ingin menyerah, ingin menangis, coba keluarkan semuanya sekarang. Jangan kau pendam semua itu.

Lalu dengarkan lagu yang membuat hatimu merasa terenyuh.

Jika ingin menangis, menangislah, keluarkan semuanya. Buka topengmu, jangan kau sembunyikan tangismu di wajah yang penuh senyuman itu untuk malam ini. Dan setelah kau mengeluarkan semuanya lalu menangis hingga matamu sembab, katakanlah pada dirimu 

"Terimakasih untuk malam ini, terimakasih sudah selalu tersenyum meski semua tidaklah baik baik-baik saja. Untuk hari esok mari kita bangkit lagi ya, kita memulai semuanya lagi, jika kau ingin memulai dari awal maka baiklah kita akan memulainya dari awal. Aku kuat, karena sudah bertahan sejauh ini. Aku hebat, karena bisa menyembunyikan sedihku sesakit ini. Terimakasih," ucaplah kalimat itu pada dirimu sendiri sambil tersenyum dan tepuklah bahumu, beri tepukan lembut.

Seseorang pernah bercerita kepadaku, bahwa hidupnya merasa kosong,entah apa yang ia kejar sebenarnya. Dan akupun pernah merasakan itu. Iya keadaan itu adalah keadaan dimana kita lelah, lelah dengan duniawi ini. Tetapi yang lebih dari itu aku pernah seketika menangis tapi dengan tersenyum, apa kalian tau betapa sakitnya ada di keadaan itu? Apa kalian juga pernah merasakannya?

Lanjut ke cerita yang tadi. Sebenarnya munculnya perasaan "Apa sih yang kita kejar?" itu mungkin pertanda bahwa jarakmu dengan tuhanmu terlalu jauh. Oleh sebab itu Allah swt memberikan keadaan yang membuatmu bertanya-tanya pada dirimu sendiri. Allah swt tau kamu bisa melewati semua masalah yang di beri-Nya namun karena jarakmu terlalu jauh, kamu merasa hatimu seolah-olah kosong, hatimu sangat gelisah.

Oh iya teman ketika merasa hati kosong bukan berarti kamu butuh seseorang untuk ditempatkan di dalamnya. Bukan seseorang melainkan Allah swt lah yang harus kau tempatkan disana. Buatlah dirimu penuh dengan cinta kepada-Nya. Perbaikilah hubunganmu dengan Allah SWT. Maka Allah SWT akan memperbaiki hidupmu. Kita bukan apa-apa tanpa tuntunan-Nya.

Apakah sekarang kalian paham kenapa merasa gelisah, hati terasa kosong, dan selalu muncul pertanyaan "Apa sih yang aku kejar" ? Jika kalian paham maka kembalilah.

Bukan hidup namanya jika semua berjalan sesuai kehendak kita. Dan bukan hidup namanya jika tidak ada naik turunnya.

Kamu itu kuat, kamu itu hebat, jadi jangan menyerah. 

Senin, 26 Juli 2021

Kegagalan dan Caranya Bangkit



Hai,

Salam kenal, kalian bisa panggil aku Cimelavena. Aku baru belajar menulis blog dan ini postingan pertamaku. Disini aku ingin menceritakan pengalamanku, dan pengalaman banyak orang yang cerita kepadaku, mungkin banyak yang aku bahas disini tentang Self love, kegagalan dan caranya bangkit dari kegagalan tersebut.

Oke kita mulai,

Ada satu kalimat
yang membuatku bisa menerima diriku yang sesungguhnya, yaitu

"Cintai dirimu sendiri, meski banyak kekurangan tetapi bukan berarti tidak punya kelebihan," 

Sekarang aku hanya ingin menjadi versi terbaik didiriku. Perjalananku sampai detik ini tidaklah mudah, kegagalan, kekecewaan, dan banyak lagi hal yang membuatku ada di posisi dimana semua terasa begitu sulit. Saat ini pun aku belum bisa mewujudkan apa yang aku harapkan.

Kita manusia, kita bisa merasakan lelah, ingin menyerah, seolah dunia sedang bermain-main dengan kita.

Setahun yang dulu aku begitu percaya diri bisa masuk Universitas Negeri, dan tidak memberatkan beban keluargaku dengan biaya kuliahnya. Aku belajar keras, namun mungkin usahaku tidak sesakit orang lain, doaku tidak sedalam orang lain yang juga berjuang masuk Universitas saat itu. Jika dibilang sombong, iya aku sangat sombong saat itu, seolah semua akan terjadi sesuai apa yang aku harapkan. Namun saat pengumuman tiba aku dinyatakan gagal, tidak mudah menerima suatu kenyataan yang lain dari apa yang kita harapkan. Ayah, Ibu, Kakak, semua keluarga mencoba menenangkanku bahwa tidak apa untuk gagal kali ini, masih ada jalan lain untuk kita tempuh, tidak usah hirau, tidak usah sedih, Allah SWT juga punya rencana terbaik di depan sana. Dan kalimat-kalimat itu berhasil membuatku bangkit.

Lalu aku berusaha kembali daftar kuliah di Perguruan Tinggi Negeri, tetapi aku gagal kembali. Saat itu pikiranku buntu, aku sangat ingin kuliah tahun itu namun aku tidak bisa, sebenarnya aku bisa saja daftar di Swasta tetapi kalianpun tahu biaya di Swasta tidaklah murah, dan orang tuaku pun sudah angkat tangan jika aku bersekolah di Swasta. Aku bingung saat itu, tetapi bagaimana lagi mungkin aku bisa menundanya tahun depan.

Aku memutuskan bekerja di sebuah pabrik, untuk orang sepertiku yang dulunya tidak bisa sendiri, pemalu dan saat itu harus memberanikan diri melakukan apapun sendiri. Di tempat itu aku menemukan kebahagiaanku sendiri, aku yang dulu sulit sekali berbaur dengan orang lain, tetapi saat itu aku bisa menemukan teman yang sungguh sefrekuensi dengan diriku, nangis bareng, tertawa bareng, entahlah kebagahiaanku datang. Saat itu juga aku bisa mengenal diriku yang sesungguhnya, aku bisa menentukan sejauh mana aku bisa bertahan menghadapi suatu masalah. Terimakasih untuk semua teman yang telah hadir dikehidupanku saat itu dan di tempat itu.

Pergantian tahun datang, aku mencoba mendaftar kembali di suatu Universitas. Tidaklah mudah untukku yang kerja dan belajar secara bersamaan, tapi aku yakin untuk kalian semua pastilah mudah. Setiap datang kerja aku membuka buku dan mengikuti bimble karena untuk aku yang gap year saat itu sudah lupa materi sekolah dulu. Kadang akupun tertidur saat via-zoom telah dimulai.

Semua berjalan lancar hingga aku akan mengikuti test dan diharuskan pergi ke tempat test tersebut yang jaraknya jauh dari tempatku saat itu. Awalnya aku ragu karena aku orang yang pemalu, namun aku memaksakan diri dan akhirnya aku bisa ke kota itu sendiri. Menurutku itu adalah hal yang perlu diapresiasikan untuk diriku sendiri, karena untuk pertama kalinya aku bisa pergi sendirian ke kota orang lain. Setelah mengikuti test aku sangat lega dan tinggal menunggu pengumuman.

Ujian demi ujian, langkah demi langkah, proses demi proses semua sudah aku lewati, tapi sepertinya Allah SWT belum bisa memberi apa yang selama ini aku harapkan, dan saat pengumuman tiba, terpampang jelas disana kalimat

" MOHON MAAF ANDA TIDAK LULUS, TERIMAKASIH, " Singkat, padat, dan jelas bukan? ya saat itu adalah saat paling sulit untuk diriku, saat itu terasa sangat berat, aku yang menanggung harapan orang tua merasa tidak bisa menanggungnya lagi, aku merasa ingin melepas semuanya. Lalu ibu menelponku dari kampung,

"Gimana de hasilnya?" ucapnya diseberang sana.

Aku yang merasa semua terasa berat mencoba kuat tersenyum sambil mengucap, "Belum rejekinya bu," Ibu terdiam dan berkata lagi

"Yasudah gak papa, Allah SWT punya rencana lain nak, yuk coba lagi jalan yang lain," Ucapnya namun nadanya terasa sangat berat ditelingaku.

Aku terdiam dan kembali menangis, aku tidak bisa membendung semuanya. Ibuku terus memanggil namaku dan menguatkanku.

Setelah kejadian itu entah kenapa kepercayaanku terhadap tuhanku tidak sepenuhnya seperti dulu, tetapi semua itu tidak berlangsung lama, setelah aku mendengarkan tausiyah-tausiyah, nasihan-nasihan yang keluargaku berikan, semangat yang mereka berikan untukku, dan cerita orang-orang yang dimana mereka menceritakan masalahnya kepadaku, dan aku berpikir seberat apapun hidup kita coba lihatlah kebelakang kita disana ada banyak sekali orang yang hidupnya mungkin lebih berat dari apa yang kita jalani saat ini. 

Akupun kembali bersemangat lagi, dan mengikuti test Universitas yang lain, menyiapkan diriku apabila aku akan gagal kembali. Saat itu pun setelah mengikuti tes aku memutuskan berhenti kerja di tempat tersebut, aku ingin fokus menggapai cita-citaku dan mencari jati diriku lagi. Tidak mudah meninggalkan orang-orang yang sudah begitu dekat dengan kita, saat melihatnya saja langsung membuat tertawa. Tetapi tidak apa-apa mereka pun iklas dengan kepergianku.

Ada sebulan lebih aku diam dirumah menunggu pengumuman, aku tidak banyak berharap. 

Dan saat itu aku ingat waktunya sebelum sholat dhuhur aku membuka pengumuman lalu mencari-cari namaku disana, tetapi tidak ada namaku sama sekali. Aku terdiam dan mungkin saat itu diriku belum bisa menerima apa yang Allah SWT berikan. Lalu ibu datang menghampiriku menanyakan hasilnya. Aku langsung memeluknya dan berkata "Maaf bu, aku gagal lagi," dengan air mata yang terus menetes, saat itupun aku melihat Ibu meneteskan air mata. "Maaf ibu," batinku sambil mengeratkan pelukanku.

"Sudah sudah nak, gak apa-apa. Allah SWT punya rencana lain, jangan putus asa, harus tetap semangat. Percaya Allah SWT sudah menyiapkan yang terbaik di depan sana untukmu," ucapnya sambil mengelus punggungku. Kata-kata itu, pelukan itu adalah suatu dorongan untukku mencoba kembali. 

Sudah menjadi kebiasaanku sebelum tertidur overthingking terlebih dahulu, seketika menangis sambil sesegukan dan seketika tersenyum mengingat ternyata semua tidak semudah apa yang aku bayangkan, ternyata Allah SWT menguatkanku dengan cara-Nya sendiri. 

Lanjut aku mencoba kembali test di Universitas yang masih buka pendaftaran mahasiswa baru, lalu keluargaku menyuruhku pergi ke tempat kakaku dan mengikuti test disana. Akhirnya aku pergi ke kakakku dan mengikuti test, usaha sudah dan berdoa sudah tapi mungkin semua itu belum seberapa dibandingkan mereka yang berjuang di luar sana. Setelah menunggu pengumuman yang tidak terlalu lama, pengumumanpun muncul di instagram Universitas. Aku mencari namaku dan tidak ada namaku lagi yang terpampang disana. Entahlah tidak ada tangis saat itu, lalu Ibu dari kampung menelpon. Aku bisa mengotrol diriku agar tidak menangis di depannya, aku tidak ingin membuat hatinya terluka, hanya saja selepas sholat aku selalu mengatakan,

"Sebenarnya apa yang Kau rencanakan untukku, mengapa semua terasa begitu sulit?" 

Tetapi aku tidak ingin membuat suasana sedih berkepanjangan. Biarlah Allah SWT yang mengatur jalan hidupku, apa yang aku jalani saat ini sudah menjadi takdirku, dan dari banyaknya kegagalan, dengan cara itulah Allah SWT mendewasakanku, menguatkanku dan menjadikan diriku pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Dan sekarang aku duduk disini, dengan menulis cerita perjalanku yang menurutku itu bisa menjadi pelajaran untuk kalian, bahwa seberat apapun hidup kita lihatlah masih banyak orang lain yang membutuhkan uluran tangan kita untuk membantunya. Jika semua terasa berat, tidak apa bila menangis, tidak perlu jahat kepada diri sendiri. Kejar dunia itu tidak akan ada habisnya oleh sebab itu lepaskanlah semuanya dan biarkan semua berjalan sesuai kehendak-Nya.

Coba kalian ingat-ingat apa pencapaian terbaik di diri kalian, sekali-kali kita perlu berkomunikasi dengan diri kita sendiri, beri diri kita apresiasi atas apa yang ia berikan untuk kita hingga kita bisa berjalan sejauh ini. 

Oh iya ada yang cerita kepadaku, mereka iri dengan keberhasilan orang lain, dan sebenarnya akupun pernah merasakan iri saat temanku bisa memampangkan fotonya dengan nama Universitasnya, mereka tersenyum bahagia dengan memakai jas almamaternya sedangkan aku yang terus berjuang sampai saat ini melihat mereka, jujur aku sangat iri. Aku tahu iri itu adalah penyakit hati. Jadi untuk kalian dan untuk aku sendiri, kita tidak harus membandingkan diri kita dengan orang lain, kita punya potensinya masing-masing, tidak usah ingin menjadi mereka, cukup jadi dirimu sendiri dan tingatkan potensi di dirimu. Orang lain bilang itu insecure. Tidak usah insecure, bukankah Allah SWT menciptakan kita dengan kelebihannya pula dan saat ini tetaplah bersyukur atas semua yang ada di hidupmu, Allah SWT itu Maha Baik, jika keinginan kita belum terwujud saat ini mungkin Allah SWT punya waktu yang tepat untuk mewujudkannya, dan jika apa yang kita inginkan memang tidak bisa terwujud sampai kapanpun mungkin Allah SWT punya rencana lain yang lebih baik dari apa yang kita inginkan. Tetap berprasangka baik kepada Allah SWT. Ia lebih tahu apa yang kita butuhkan, Ia lebih tahu apa kita perlukan, tidak usah risaukan hidup kita, Allah SWT sudah mengatur dengan skenario terbaik-Nya.

Sepertinya udah dulu untuk blog kali ini, kapan-kapan kita lanjut lagi masih dengan tema self love, kegagalan dan caranya bangkit dari kegagalan tersebut. Dan aku ingin tahu kegagalan apa yang membuat kalian merasa "inituh berat banget," coba tulis di kolom komentar, aku ingin membantu mungkin bukan dengan uang atau apapun itu tapi dengan kalimat-kalimat yang bisa membangkitkan semangat, rasa syukur dalam dirimu. Aku menulis blog ini bukan semata-mata karena ingin menghasilkan uang, namun aku menulisnya karena aku ingin membagikan ceritaku untuk menjadi pelajaran, dan memberikan motivasi serta semangat untuk kalian. Mari kita berbagi cerita disini, agar kita tahu bahwa masih ada dibelakang sana yang meminta uluran tangan kita. 

Terimakasih sudah membaca blog ini, semoga kalian suka. Yuk tinggalkan komentar dan berbagi cerita disini. Aku Cimelavena dan ini blog pertamaku :)


RESENSI BUKU WAKTUNYA PULANG

1 .         Identitas novel Judul Novel     : Waktunya Pulang Penulis                : Febriawan Jauhari Penerbit           : Diandracreativ...